Kuasai 17 Potensi ini Semenjak Sekolah supaya Sukses di Waktu Depan

Kuasai 17 Potensi ini Semenjak Sekolah Supaya Sukses di Waktu Depan

Masa Depan

Jika pengetahuan (knowlegde) dapat dengan gampang dieksplor lewat buku serta mesin perayap Google, tetapi tidak demikian dengan beberapa ketrampilan yang cuma biasa dibuat lewat pengalaman. Hingga, tidak hanya fokus pada nilai akademis, orang-tua serta guru dipandang butuh meningkatkan beberapa potensi yang dibutuhkan di era 21 dalam diri anak.

CEO basis pendidikan berbasiskan tehnologi Zenius Education Rohan Monga menjelaskan, “Tes akademis bukan hal yang penting di masa saat ini, tetapi perebutan soft kemampuan jadi yang tidak kalah penting.” “Pengetahuan bisa diketemukan di Google, tetapi tidak dengan soft kemampuan,” paparnya dalam acara Pengumuman Permodalan Seri A yang diterima Zenius Education, yang berjalan di GoWork, Jakarta, Rabu (6/2/2020).

Sebelum memegang jadi CEO Zenius Education, Monga sempat memegang jadi Chief Operating Officer Gojek serta jadi profil integral dalam terbentuknya perusahaan rintisan decacorn pertama di Indonesia itu. Berdasarkan pengalaman akademis serta profesi di bagian tehnologi, dalam peluang yang sama Monga menjelaskan “21st Century Skill” atau potensi di era 21 yang penting dipunyai oleh anak sekolah supaya lebih gampang sukses di waktu depan.

Baca juga : Mencari Track Pilihan Tidak Hanya Monas, JakPro Yakinkan Tidak Ganti Agenda Formula E

Ada 17 potensi yang penting dipunyai yang terdiri dari 3 kelompok, yaitu:

Foundational literacies (potensi literasi fundamen)

Potensi literasi fundamen dibutuhkan untuk dapat jalankan pekerjaan sampai keharusan setiap hari. Potensi ini biasanya dipelajari di sekolah serta di dalam rumah, yakni:

1. Literasi baca catat.
2. Numerasi.
3. Literasi sains.
4. Literasi digital.
5. Literasi finansial.
6. Literasi budaya serta kewarganegaraan.

Competencies (kompetensi)
Sesudah kuasai potensi literasi fundamen, karena itu setelah itu siswa butuh mempunyai beberapa kompetensi. Dengan keinginan siswa tidak cuma pandai materi, tetapi pintar menerapkan ilmunya di kehidupan riil. Kompetensi itu adalah:

1. Dapat berpikir gawat serta belajar pecahkan permasalahan.
2. Kreatifitas.
3. Potensi berkomunikasi secara baik.
4. Dapat bekerjasama atau kerja dalam team.

Kompetensi ini bisa dipunyai anak bukan lewat buku atau Google, tetapi lewat tugas-tugas yang berbentuk uji coba, seperti riset, karya, pameran, serta tindakan lain yang memberi dukungan evaluasi literasi fundamen.

Character qualities (ciri-ciri)
Sesudah kuasai literasi fundamen serta kompetensi, setelah itu anak butuh mempunyai ciri-ciri bermutu.

Ciri-ciri bermutu akan membuat anak terdorong untuk melalukan perkembangan positif di sekitar lingkungan, dengan cara berlaku, berperilaku, serta melakukan tindakan untuk hidup serta bekerja bersama, baik dalam lingkungan sekolah, keluarga, atau warga.

Berikut beberapa ciri-ciri yang penting diasah dalam diri anak supaya dia tidak cuma perduli pada dirinya, tetapi orang lain serta lingkungan:

1. Keingintahuan.
2. Ide.
3. Ketekunan.
4. Potensi penyesuaian.
5. Kepemimpinan.
6. Kesadaran sosial serta budaya.
7. Empati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *