Jangan Cepat-cepat Keluar Gedung Sate, Ada Serangkaian Lukisan Bagus

Jangan Cepat-cepat Keluar Gedung Sate, Ada Serangkaian Lukisan Bagus

Sejarah

Bila bertandang ke Gedung Sate, tidak butuh tergesa-gesa untuk keluar dari museumnya. Janganlah sampai melepaskan salah satunya pojok menarik yang terdapat di lorong pintu keluar museum. Pojok menarik itu berisi beberapa lukisan Kota Bandung yang bisa kamu nikmati sambil mengkhayati kehidupan Kota Bandung. Hampir semua keunikan Kota Bandung terlukiskan dalam beberapa kanvas raksasa yang bergantung di selama lorong. “Lukisan sekitar Kota Bandung ini mempunyai banyak gambar mengenai bangunan-bangunan yang populer di Kota Bandung, makanan uniknya, transportasinya,” kata Edukator Gedung Sate Winda waktu didapati Kompas.com di Gedung Sate, Bandung, Kamis (16/1/2020).

Di selama lorong itu, lukisan dibagi jadi dua. Lukisan disamping kiri lebih cenderung mempunyai banyak warna. Sesaat lukisan disamping kiri lebih didominasi oleh garis lukisan berwarna coklat. Tidak itu saja, nyatanya ke-2 bagian tentang lukisan Kota Bandung dilukis oleh beberapa orang yang tidak sama. Disamping kiri, lukisan dibikin oleh beberapa anak SD. Sesaat disamping kanan, lukisan dibikin oleh beberapa anak SMA, kuliah, serta komune Bandung Sketchwalk. Winda menjelaskan jika sebelum museum dibuka, faksi Gedung Sate membuat kerja sama dengan komune itu untuk isi kekosongan lorong yang ke arah pintu keluar museum. Karena, bila lorong dibiarkan karena itu pelancong yang bertandang tidak merasakan begitu berkesan.

Dahulu sempat ingin jadikan tempat untuk tehnologi (instalasi interaktif). Hanya sebab tempatnya memang cukup sempit, jadi kami putuskan untuk mengisinya dengan lukisan,” papar Winda. Dalam proses pengerjaan lukisan, murid-murid SD, SMA, dan mahasiswa serta komune Sketchwalk melakukannya di Menara Gedung Sate yang terdapat di lantai lima. Untuk dapat lihat serangkaian lukisan itu, kamu harus melalui satu lorong pendek terlebih dulu. Saat berjalan telusuri lorong dari arah Ruangan Virtual Reality, kamu akan lihat dua buah pintu pagar besi yang telah ada semenjak jaman penjajahan Belanda.

Baca juga : Ariana Grande Dituntut ke Pengadilan, Didakwa Menyontek Lagu

Sesudah melalui pagar itu, kamu langsung bisa belok kiri untuk ke arah lorong. Sesampainya disana, kamu akan diterima oleh pencahayaan lorong berwarna oranye yang akan memberi nuansa fresh. Tentu saja tempat ini bisa jadikan jadi salah satunya spot berpose yang menarik. Semua lukisan yang ada dalam kanvas yang menjuntai selama lorong mempunyai topik serta style pelukisan yang tidak sama. Walau masih sekitar Kota Bandung, tetapi kamu dapat pilih untuk berpose dengan topik serta style lukisan seperti apa.

Tidak itu saja, ada satu kanvas spesial yang tampilkan satu lukisan yang ditangani murid-murid SD yang berperan serta dalam pengerjaan lukisan. Pas di samping kanan kanvas itu, kamu bisa lihat proses pengerjaan lukisan yang ditunjukkan dalam satu monitor tv. Gedung Sate terdapat di Jalan Diponegoro No 22, Citarum, Bandung. Kamu bisa mengunjunginya tiap hari Selasa-Minggu dari mulai jam 09:30 – 16:00 WIB. Harga ticket cukup dapat dijangkau yakni Rp 5.000 untuk semua umur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *