Gunakan Reaktor Belum Kemungkinan, Jika Nuklir Featuring Kendaraan Listrik?

Gunakan Reaktor Belum Kemungkinan, Jika Nuklir Featuring Kendaraan Listrik?

Masa Depan

Kendaraan bertenaga nuklir di rasa belum dapat dioptimalkan dalam tempo dekat, Periset Senior Tubuh Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Djarot Sulistio Wisnubroto memandang belumlah ada tehnologi keamanan yang jamin jika reaktor murni nuklir betul-betul tersemat dalam kendaraan. “Potensial kita ke depan, masih cari tehnologi yang pas apa nuklir betul-betul aman ataukah tidak. Sebab konsentrasi pakar nuklir saat ini bagaimana membuat satu reaktor sekecil-kecilnya,” kata Djarot pada detikOto waktu terlibat perbincangan di Gedung BATAN, Tangerang, Banten.

Lebih masalah bentuk serta keamanan, pria berumur 56 tahun ini bercerita jika pabrikan Ford sempat membuat mobil nuklir seputar tahun 1950-an. Tetapi sebab efisiensi hingga project itu tidak bersambung sampai sekarang. “Jadi reaktor nuklir dapat dipakai pada kendaraan tapi perlu perisai yang benar-benar tebal sekali,” kata Djarot. Walhasil sebab perlindungan untuk senyawa radioaktif yang maksimal sangat tebal. Hal tersebut mempunyai potensi kendaraan mendapatkan penambahan berat yang banyak cuma untuk susunan pelindung ini. “Hingga kurang ekonomis,” kata Djarot.

Baca juga : DIDI KEMPOT BANGGA KARYANYA DIHARGAI ANAK MUDA SERTA MAHASISWA

Tetapi dia tidak tutup mata, tehnologi nuklir masih jadi rumor pro-kontra ditengah-tengah warga dunia, terhitung Indonesia. Untuk masuk ke ranah industri otomotif, kata Djarot, hal paling cepat yang dapat dikerjakan ialah membuat Pembangkit Tenaga Listrik Nuklir. “Perlu waktu 8 tahun minimum untuk membuat PLTN,” tutur Djarot.

Dia lihat hal yang lebih sesuai kenyataan bila kendaraan memiliki bahan bakar nuklir jika ingin direalisasikan dalam tempo dekat, hal penting yang dibisa dikerjakan ialah membuat PLTN yang membuahkan daya listrik, tanpa ada butuh melakukan modifikasi baterei kendaraan. “Mobil listrik masih memakai baterei biasa baik itu lithium-ion atau yang lain tetapi nge-charge nya itu memakai tenaga yang mengambil sumber dari PLTN jadi ada stasiun-stasiunnya,” tutur Djarot.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *