Pelajar SD Di Australia Sudah Di Ajarkan Kurikulum Tentang "Coding"

Pelajar SD Di Australia Sudah Di Ajarkan Kurikulum Tentang “Coding”

Masa Depan

Sesaat waktu lalu Menteri Komunikasi serta Info (Menkominfo) Rudiantara mengutarakan harapannya supaya pelajaran “coding” disisipkan pada kurikulum pendidikan. Katanya, hal itu sudah dikatakan pada Menteri Pendidikan serta Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan.

Masih wawasan di Indonesia, pelajaran ” coding” telah terealisasi pada kurikulum pendidikan fundamen di Australia. Dikutip KompasTekno, Senin (21/9/2015) dari Mashable, pelajaran pemrograman itu dijagokan akan gantikan popularitas pelajaran Riwayat serta Geografi di sekolah. Pada dasarnya, ada empat konsentrasi pendidikan di Australia untuk siswa sekolah fundamen. Yaitu science, technology, engineering, serta maths (STEM). Pengerjaan program computer, kata Menteri Pendidikan Australia Christopher Pyne, akan di ajarkan semenjak anak berusia lima tahun.

Baca juga : Tehnologi Blockchain, Tehnologi Waktu Depan

Selanjutnya, untuk pelajaran pemrograman yang lebih susah akan diawali mulai umur tujuh tahun. “Pendidikan STEM yang bermutu di sekolah penting untuk tingkatkan produktivitas serta ketahanan ekonomi, di waktu saat ini serta hari esok,” kata Menteri Pyne. Ini menyikapi trend pendayagunaan tehnologi yang berkembang agresif. Manusia kekinian sekarang hampir gantungkan semua kegiatan kesehariannya pada pengadopsian tehnologi. Intinya lewat aplikasi yang tersemat pada beberapa piranti elektronik mobile (smartphone serta tablet). Dari mulai bidang transportasi, kesehatan, sampai pendidikan. Pyne meyakini pekerjaan di industri tehnologi akan diperlukan dunia global beberapa waktu akan datang.

Anak sekolah fundamen di dukung dengan edukasi coding semenjak awal supaya di waktu depan mereka bisa menjadi pekerja yang diperlukan,” katanya. Di Indonesia, Presiden Joko Widodo sudah membuat Tubuh Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang membawahi 16 subsektor. Tiga salah satunya, sebagai konsentrasi penting ialah aplikasi digital, musik serta film. Jokowi berulang-kali mengungkapkan supportnya pada beberapa insan kreatif untuk meningkatkan aplikasi terapan yang dapat menolong perekonomian negara.  Contohnya aplikasi yang bergerak di bidang kebudayaan, perikanan serta pertanian. “Ekonomi tradisionil kita butuh sentuhan aplikasi yang mempermudah mereka,” katanya dalam satu peluang. Dalam peningkatan tehnologi yang disebut, seperti kata menteri RA, ikut diperlukan pendidikan tehnologi yang oke semenjak awal. Lalu, kapan wawasan pelajaran “coding” akan terealisasi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *