Bukan Hanya Pasar, Indonesia Harus Punya Tehnologi Mobil Listrik

Bukan Hanya Pasar, Indonesia Harus Punya Tehnologi Mobil Listrik

Masa Depan

Ketentuan Pemerintah masalah kebijaksanaan kendaraan bertenaga listrik dan langkah ke arah terdapatnya produk transportasi non-emisi terus bersambung. Menurut pandangan ahli, semestinya negara kita tidak hanya sediakan pasar buat mobil listrik, tetapi mempunyai tehnologinya juga. Diambil dari kantor berita Di antara, Agus Puji Prasetyono, Staf Pakar Kementerian Analisa, Tehnologi serta Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) Bagian Kaitan serta Produktivitas, menjelaskan jika Indonesia harus jadi penyuplai tehnologi mobil listrik serta bukan jadi pasar mobil listrik dari faksi asing.

“Jangan pernah kita ini jadi pasar, namun harus jadi “provider” atau penyuplai tehnologi. Mobil listrik ini tidak ada susahnya, kita dapat,” tutur Agus Puji Prasetyono pada wartawan di Gedung Tubuh Pengkajian serta Aplikasi Tehnologi, Jakarta, Rabu (31/7/2019). Ditambah lagi oleh Agus Puji Prasetyono jika sekarang baterei lithium sebagai elemen penting mobil listrik sedang ditingkatkan. Pemercepatan peningkatan ini bisa menjadi satu kesuksesan hingga Indonesia memiliki potensi serta kemandirian sendiri menghasilkan mobil listrik.

Baca juga : Badan Antariksa Amerika Akan Kirim Drill Bot Ke Bulan Tahun 2022

Ditambah lagi, banyak negara sekarang terus meningkatkan mobil listrik sebab kehadiran mobil listrik akan menjawab rintangan untuk kendaraan lebih ramah lingkungan serta gantikan bahan bakar minyak,” paparnya. Untuk peningkatan mobil listrik sampai produksi massal, dibutuhkan pendekatan mendalam dengan daya serta kerjasama semua pemangku kebutuhan untuk membuat ekosistem hilirisasi serta komersialisasi yang aman ke depan.

Serta, tidak kalah penting, harga dari mobil listrik harus juga didorong supaya dapat berkompetisi dengan produk luar negeri, namun masih berkualitas oke. “Jangan pernah kelak baterei import hadir bernilai tambah murah terus barang produksi kita mempunyai harga tambah mahal,” pungkasnya. Awalnya, Menteri Analisa, Tehnologi serta Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menjelaskan jika selekasnya dikeluarkannya Ketentuan Presiden mengenai mobil listrik serta Ketentuan Pemerintah (PP) mengenai pajak penjualan barang elegan mobil listrik, karena itu bisa menggerakkan tercapainya sasaran produksi mobil listrik pada 2022. “Untuk mobil listrik, telah jadi prototipenya. Kami masuk ke bidang industri, karena itu harus bergandengan dengan industri. Industri akan ingin lakukan jika ada stimulan, jika ketentuan telah keluar semoga pada 2022 projek mobil listrik berjalan,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *